RSS

Geothermal Listrik di Indonesia

23 Jan

Geothermal Listrik di Indonesia

Tenaga Panas bumi di Indonesia merupakan Sumber semakin signifikan bahasa Dari energi Terbarukan. Sebagai REVENUES Bahasa Dari Yang vulkanik geologi, Indonesia memiliki 40% bahasa Dari Potensi Sumber Daya Dunia Panas bumi, diperkirakan 28.000 megawatt (MW). [1]
SAAT inisial Indonesia merupakan SIBOR terbesarnya di Dunia Listrik Panas bumi produser Penghasilan kena pajak Amerika Hotel Dan Filipina Serikat. Kapasitas Produksi terpasang (2011) hampir 1.200 MW bahasa Dari Enam Kepemilikan Modal Panas bumi di Jawa, Sumatera Utara Utara Dan Sulawesi. [2] PADA years 2007, energi Panas bumi mewakili 1,9% bahasa Dari jumlah pasokan energi `negara Dan 3,7% bahasa Dari Tenaga Listrik nihil.
Kongres Geothermal Dunia 2010 PADA di Bali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan Rencana untuk membangun 44 Pembangkit Panas bumi Baru PADA years 2014, lebih bahasa Dari Tiga Kali lipat kapasitas untuk 4.000 MW. PADA years 2025, Indonesia bertujuan untuk menghasilkan lebih bahasa Dari 9.000 MW bahasa Dari Tenaga Panas bumi, menjadi dilakukan perhitungan energi Panas bumi terkemuka di Dunia. [1] inisial Akan mencapai 5% bahasa Dari jumlah kebutuhan energi Indonesia. [3]
Eksplorasi Dan pengembangan
Eksplorasi Panas Bumi Bedugul Lapangan di Bali dimulai PADA years 1974 [11] Dan meskipun kapasitas Produksi diperkirakan 175 MW PADA years 2008, Proyek inisial Sedang ditahan Penghasilan kena pajak ditentang oleh Penduduk setempat. [12]
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) – Cabang bisnisdan panas bumi Minyak Dan Gas `negara PERUSAHAAN PT Pertamina – Rencana untuk mengembangkan Tujuh Pabrik Baru PADA years 2012-an Artikel Baru kapasitas sebesar 270 MW. Bahasa Dari JUMLAH nihil, 110 MW di Pabrik Lumut Balai di Sumatera Selatan, Yang 110 MW di Pabrik Ulubelu, Provinsi Lampung, dan 20 MW di Lahendong di Sulawesi Utara Yang Akan dibiayai melalui proposal usulan bahasa Dari Bank Dunia Dan Japan International Cooperation Agency. [13]
PADA Kongres Geothermal Dunia di Bali 2.010, beberapa PERUSAHAAN diberikan hak untuk mengembangkan ladang Panas bumi Dan Pembangkit Listrik: Golden Spike Indonesia memenangkan lelang untuk mengembangkan Pembangkit Listrik di Gunung Ungaran di Jawa Tengah, Sokoria Geothermal Indonesia memperoleh hak untuk mengembangkan Tanaman di Ende, Flores di Pulau, SEMENTARA Supreme Energy terpilih untuk mengembangkan Tanaman di Gunung Rajabasa di Lampung Dan Solok di Sumatera Barat. Proyek inisial diperkirakan membutuhkan Total Investasi US $ 1,68 Miliar. [14]
PADA 2010, jumlah 265 KBLI potensial untuk Tanaman telah diidentifikasi di seluruh Negeri. [1] Pengembangan industri, bagaimanapun, melibatkan berbagai kebijakan ISU Yang Kompleks, beberapa di antaranya menjadi Terbukti Sumber kontroversi berkelanjutan. [15] PADA pertengahan 2011, misalnya, Pemerintah Indonesia mengeluarkan PERATURAN Yang diharapkan memberikan Jaminan tertentu BAGI investor Artikel Baru tujuan mendorong peningkatan Investasi di sektor perikanan Panas bumi. Namun, respon investor dijaga, menunjukkan bahwa Aspek Kunci Proforma dibahas Illustrasi PERATURAN nihil.
Perkembangan terbarunya
Dalam, beberapa years terakhir, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan Rencana untuk ‘jalur CEPAT’ doa peningkatan kapasitas keseluruhan jaringan Pembangkit Listrik di Indonesia bahasa Dari 10.000 MW masing-masing. Berdasarkan Rencana 10.000 MW kedua jalur CEPAT ITU memperkirakan bahwa pangsa relatif yang Besar Bahasa Dari 3,970 MW Akan dipasang di Pembangkit Panas bumi. Tetapi di Bawah 10.000 MW Rencana PERTAMA jalur CEPAT, Investasi di sektor perikanan Panas bumi tampaknya tertinggal. PADA September years 2.011 pemerintah Indonesia Milik `negara Utilitas Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengumumkan bahwa Prospek adalah bahwa PADA years 2.014 hanya 1.200 MW Daya Yang mungkin dihasilkan Bahasa Dari Tanaman Panas bumi. Direktur kemudian menjadi Presiden Bahasa Dari PLN, Dahlan Iskan, mengatakan bahwa Rencana untuk mengembangkan sejumlah Tanaman Panas bumi berada di Belakang jadwal karena investor swasta enggan berinvestasi sebagai akibat risiko bahasa Dari Yang dirasakan di sektor perikanan inisial. [17] PADA pertengahan 2012, seorang pejabat senior di Bahasa Dari PLN mencatat ADA 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi Yang Masih terjebak Dalam, tahap eksplorasi Dan kemungkinan Besar Akan melewatkan tenggat waktu Pembangunan. Masalah disebutkan REVENUES Yang mengecewakan disertakan di KBLI pengeboran, kurangnya Infrastruktur pendukung Yang memadai (terutama jalan), dan jumlah kesulitan Yang dihadapi PERUSAHAAN Illustrasi memperoleh Izin Yang diperlukan untuk lingkungan kegiatan mereka bahasa Dari Departemen Kehutanan Dan pemerintah Daerah.
Sumber : wikipedia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: